Rutinitas Babinsa Pikul Amanah Institusi, dan Wajib Dorong Masyarakat Bangkit Ditengah Pandemi

Rutinitas Babinsa Pikul Amanah Institusi, dan Wajib Dorong Masyarakat Bangkit Ditengah Pandemi

Suara Satu News
Rabu, 10 November 2021

Babinsa mendampingi warga melakukan vaksinasi Covid - 19.


LUMAJANG - (suarasatunews.com) Bintara Pembina Desa (Babinsa) merupakan satuan teritorial TNI AD, terdepan dan langsung berhadapan dengan masyarakat.


Dia berada di bawah Komando Rayon Militer, bagian dari Komando Distrik Militer dan Komando Resor Militer, yang menginduk pada Komando Daerah Militer.


Disaat pandemi, seorang Babinsa memiliki amanah mendampingi warga, mengawal program pemerintah, satu diantaranya penanganan Covid-19 termasuk didalamnya vaksinani.


"Secara pokok, tugas - tugas mereka meliputi mengumpulkan dan memelihara data pada aspek geografi, demografi, hingga sosial dan potensi nasional di wilayah kerjanya. Akan tetapi dimasa pandemi Covid-19, satu diantara kewajiban Babinsa melebur diri dengan rakyat, memotivasi dan mensuport agar tetap bangkit, sambil memberikan input sosialisasi berkaitan dengan program pemerintah agar bisa dipahami sehingga berjalan baik dan sukses," terang Komandan Kodim 0821 Letkol Inf Andi A Wibowo S.Sos M.I.Pol, Rabu (10/11/2021).


Masih kata Dandim, di wilayah Komando Distrik Militer yang ia pimpin, dirinya terus meminta, agar Babinsa menjadi motivator di tengah pandemi.


"Wajib berinovasi, sehingga rangkaian - rangkaian kegiatan, program berkaitan dengan penanganan Covid-19 bisa maksimal di sisi capaiannya. Seperti halnya taat prokes dan vaksinani," imbuh Dandim.


Baginya tidak ada harga tawar, amanah diatas segala - galanya. Tegas Dandim, seorang prajurit TNI ditempa menjadi pribadi yang tangguh, kuat sehingga menguatkan, berprinsip sehingga bisa membawahi dan mengayomi masyarakat, jujur dan peka terhadap apa yang diinginkan masyarakat.


"Disini, Babinsa harus menjadi motor penggerak, sehingga masyarakat bisa merasakan baik, terlebih di masa pandemi saat ini, bisa terselamatkan dari bahaya Covid-19," pungkasnya. (**).