Pimpinan Polri, Tegas Ingatkan Seluruh Penyidik Reskrim

Pimpinan Polri, Tegas Ingatkan Seluruh Penyidik Reskrim

Suara Satu News
Jumat, 19 November 2021

 

Foto : istimewa

JAKARTA - (suarasatunews.com) Polri memberikan petunjuk dan arahan dalam rangka melaksanakan mitigasi serta pencegahan pelanggaran anggota Polri pada fungsi reserse yang dilaksanakan di Gedung Awaloedin Djamin Bareskrim Polri, Kamis (18/11/21). 


Kegiatan ini sebagai langkah untuk meningkatkan pelayanan publik dalam penegakan hukum yang berkeadilan sesuai dengan program Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo M.Si, yaitu menuju Polri PRESISI (Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan).


Pengarahan tersebut disampaikan oleh beberapa Pejabat Utama Mabes Polri antara lain Kabareskrim Polri yang diwakili Wakabareksrim Polri Irjen Pol Syahardiantono S.I.K M.Si, Irwasum Polri yang diwakili WaIrwasum Polri Irjen Pol Drs. Agung Wicaksono M.Si, Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo S.H S.I.K M.H dan Karo Wassidik Brigjen Pol Iwan Kurniawan S.I.K M.S.i.


Simak Video Ungkap yang dilakukan oleh Polres Lumajang.


"Agar dalam melaksanakan tugas harus selalu berempati, jangan sampai khilaf dan tertutup hatinya, dan harus saling mengingatkan untuk menghindari terjadinya celah penyimpangan yang dilakukan oleh penyidik fungsi reskrim," ucap Wakabareskrim.


“Niatkan diri kita dalam melaksanakan tugas untuk melayani masyarakat dengan hati nurani, jangan tergoda nafsu yang sesaat, apapun yang kita kerjakan akan berimbas pada diri kita sendiri, keluarga dan institusi kita," lanjut dia.


Irjen Pol Drs. Syahardiantono juga menekankan kepada seluruh fungsi penyidik reserse, agar betul - betul menegakan hukum yang berkeadilan.  


Musyawarah Lokal ke X Orari Lumajang


"Tidak ada lagi bahasa tajam kebawah namun tumpul keatas, terkait penanganan perkara. Jadilah penyidik yang problem solver dan konsultan yang solutif tidak makelar, ungkap kasus - kasus yang meresahkan, hindari upaya yang kontra produktif," tegasnya.


Sementara itu berdasarkan data rekapitulasi pengaduan masyarakat (Dumas) yang dilakukan oleh Rowassidik Bareskrim Polri dari tahun 2020 sampai 2001, mengalami peningkatan yang signifikan dari 1.376 pengaduan masyarakat menjadi 3.023 pengaduan masyarakat.


Terkait pengaduan masyarakat Wairwasum Polri Irjen Pol Drs. Agung Wicaksono M.Si mengatakan, adanya aplikasi Dumas Presisi sebagai kontrol anggota Polri. Pedomani aturan yang berlaku, dan tingkatkan profesionalisme serta restorative justice harus dapat dirasakan masyarakat.


"Pedomani aturan yang berlaku dan tingkatkan profesionalisme, serta terapkan restorative justice harus dapat dirasakan masyarakat dan jangan memanfaatkan untuk mencari keuntungan pribadi. Tingkatkan profesionalisme, lakukan asas penegakan hukum dan bermoral," ucapnya.


Diwaktu yang sama, Kadivpropam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo S.H S.I.K M.H menyampaikan, bahwa masyarakat dapat mengawasi segala tindakan negatif anggota Polri. Hal ini sebagai bagian keterbukaan Polri dalam menerima segala bentuk kritik maupun saran dari masyarakat secara transparan.


"Masyarakat dapat menjadi wartawan dan dapat mengunggah pelanggaran anggota Polri, fenomena pelanggaran anggota Polri yang menurun, namun data pengaduan masyarakat meningkat," tuturnya. 


Menurutnya, faktor yang mempengaruhi penyimpangan anggota adalah faktor individu seperti ideologi, spiritual dan komunitas, faktor organisasi meliputi budaya kerja, sosialisasi, fasilitas dan infrastruktur serta indikator kinerja.


"Upaya pencegahan dan mitigasi pelanggaran anggota yakni Preemtif artinya penguatan solidaritas internal, Preventif artinya perhatian pimpinan, Respresif artinya penegakan disiplin maupun kode etik, dan Kerjasama yang meliputi komunikasi, koordinasi serta kolaborasi," sambungnya.


Dumas yang masuk, terang Irjen Pol Ferdy Sombo langsung ditangani oleh Birowassidik dan langsung memberikan perkembangan kepada yang mengirim dumas.


"Khusus Dumas diatur dengan mekanisme gelar perkara khusus yang mana wajib melibatkan fungsi pengawasan internal Polri (Irwasum dan Propam Polri) dan ahli untuk hasil lebih objektif, serta membuka ruang komunikasi secara transparan antara pelapor dan terlapor," sambungnya.


Diakhir kegiatan Wakabareskrim Polri Irjen Pol Drs. Syahardiantono M.Si menyampaikan “mari luruskan niat dan perbuatan kita dalam melaksanakan tugas, saling mengingatkan dan tanamkan rasa malu untuk berbuat salah serta jadikan pekerjaan ini menjadi ladang ibadah," tutupnya. (tim).