Forkopimda Lumajang Tinjau Vaksinasi di Ponpes Syarifuddin

Forkopimda Lumajang Tinjau Vaksinasi di Ponpes Syarifuddin

Suara Satu News
Minggu, 12 September 2021

Foto : istimewa

LUMAJANG - (suarasatunews.com) Jajaran Forkopimda Kabupaten Lumajang meninjau kegiatan vaksinasi di pondok pesantren KH. Syarifuddin Desa Kedungjajang Kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang Jawa Timur, Sabtu (11/9/2021).


Hadir saat itu, Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq, Dandim 0821 Letkol Inf Andi A. Wibowo S.Sos M.I.Pol, Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, Danyonif 527, Kajari Lumajang serta pengurus Ponpes Kyai Syarifuddin, dipantau langsung oleh Panglima TNI dan Kapolri secara Virtual. 


Sebanyak 750 peserta yang terdiri dari para santri serta pengurus di Ponpes Kyai Syarifuddin mengikuti kegiatan vaksinasi massal di 114 titik, yang digelar serentak di 38 Kabupaten/Kota diseluruh Jawa Timur yang terpusat di Ponpes An Nur Bululawang Kabupaten Malang. 


Ditemui disela acara, Komandan Kodim 0821 Lumajang mengatakan, kegiatan vaksinasi tersebut adalah sebagai upaya TNI POLRI bersama pemerintah dalam mempercepat penanganan covid yang ada di Indonesia khususnya di daerah Kabupaten Lumajang. 


"Saat ini progres pencapaian vaksinasi di Kabupaten Lumajang masih 31 persen sedangkan untuk sisa stock vaksin yang tersedia masih 32 ribu dosis yang harus dihabiskan untuk selanjutnya akan kita datangkan kembali sehingga pencapaian vaksinasi 70 persen dari jumlah penduduk bisa tercapai," ujarnya.


Senada yang disampaikan Dandim, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq mengatakan bahwa kegiatan hari ini sebagai usaha  peningkatan prosentase jumlah warga yang sudah tervaksin di kabupaten Lumajang. Khususnya dilembaga pendidikan salah satunya di pesantren. 


"Sebelumnya vaksinasi sudah berjalan  di beberapa pesantren antara lain Darun Najjah, Mifftakhul Ulum. Sekarang ini di pesantren Kyai Syarifuddin yang merupakan pesantren tertua di Kabupaten Lumajang dengan jumlah santri ribuan," tuturnya. 


Cak Thoriq berharap dengan adanya percepatan vaksinasi tersebut sebagai bentuk usaha  untuk pembentukan dan penguatan herd immunity. 


"Semakin kuat herd immunity kita atau semakin banyak orang yang divaksin nantinya akan ada titik temu antara yang  sembuh dan yang divaksin.  itu artinya kita memiliki daya tahan yang lebih terhadap masalah COVID-19 ini" tutupnya.