Muspika Kedungjajang Sosialisasi Covid-19 di Kalangan Madrasah

Muspika Kedungjajang Sosialisasi Covid-19 di Kalangan Madrasah

Suara Satu News
Selasa, 31 Agustus 2021

Danpos Ramil 0821/05 Kedungjajang Peltu Kelooh EB 

LUMAJANG - (suarasatunews.com) Jajaran Muspika Kedungjajang Kabupaten Lumajang, menggelar sosialisasi tentang Covid-19 di lembaga pendidikan islam Madrasah Nurut Tauhid Desa Wonorejo, Selasa (31/8/2021).

Hadir saat itu pimpinan Jajaran Muspika, Kapolsek Kedungjajang Iptu Maryanto, Danpos Ramil 0821/05 Kedungjajang Peltu Kelooh EB berikut kepala Puskesmas Kedungjajang dr Zahrotul Ilmiyah, disambut jajaran pengurus Madrasah, melibatkan wali santri dan santriwati.

Dalam arahannya, Danpos Ramil 0821/05 Kedungjajang Peltu Kelooh EB memaparkan tentang virus Covid-19, yakni penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2.

Sebagian besar orang yang tertular Covid-19, akan mengalami gejala ringan hingga sedang, dan akan pulih tanpa penanganan khusus. Namun, sebagian orang akan mengalami sakit parah dan memerlukan bantuan medis.

Kelooh berharap, penyampaian dimengerti, terlebih mempersiapkan wali santri dan santriwati untuk balik bertanya jika sesuatu hal yang belum dimengerti.

Kapolsek Kedungjajang Iptu Maryanto

Dilanjut Vaksin/Vaksinasi, Danpos Ramil Kedungjajang menambahkan kegiatan ini merupakan wujud upaya pemerintah dalam menangkal Covid-19 tersebut. Meminimalisir tingkat penularan dengan capaian kekuatan imunitas dari dosis vaksin yang disuntikkan.

"Vaksin disini gratis tidak di pungut biaya. Kami berharap upaya penanganan ini akan mendapatkan dukungan dari semua wali santri dan santriwati," ucap Danpos Ramil.

Imbuhnya, di Madrasah Aliyah Nurut Tauhid yang bersedia untuk melaksanakan vaksinasi jumlahnya 130 santri dan santriwati dengan data terlampir.

Kepala Puskesmas Kedungjajang dr Zahrotul Ilmiyah

Diwaktu yang sama Kapolsek Kedungjajang Iptu Maryanto turut mengutarakan, vaksinani akan berjalan sesuai harapan, seyogyanya pembelajaran secara tatap muka akan segera berjalan.

Syarat anak berusia diatas 12 tahun, hal itu menurutnya akan sulit menemukan hasil maksimal, tanpa didukung keselarasan dan kesamaan tekad dari wali santri dan santriwati.

"Bersama - sama kita pasti bisa mengentaskan pandemi ini," ujar Iptu Maryanto. (tim).