Kapolres, Dandim dan Tujuh Lurah di Lumajang, Gelar Rakor Bahas Penanganan Covid - 19

Kapolres, Dandim dan Tujuh Lurah di Lumajang, Gelar Rakor Bahas Penanganan Covid - 19

Suara Satu News
Senin, 26 Juli 2021

 

Foto : Tim Humas Polres Lumajang.

LUMAJANG - (suarasatunews.com) Menyikapi tingginya angka positif Covid - 19 di Kecamatan Lumajang, Kapolres AKBP Eka Yekti Hananto Seno dan Dandim 0821Dandim 0821 Letkol Inf Andi A. Wibowo melaksanakan rapat koordinasi melibatkan 7 lurah, di Kecamatan Lumajang, Senin (26/7/2021).

Saat itu, masing - masing lurah menyampaikan kendala penanganan Covid di wilayahnya, serta merilis tingginya angka penyebaran covid 19 di Lumajang.

"Jika ada kendala di wilayah masing - masing, nanti akan kita back up bersama dengan petugas dari TNI-Polri. Terkait adanya relawan di salah satu kelurahan yang membatu warga yang tengah menjalani masa isolasi mandiri ( isoman ), kami apresiasi yang setinggi - tingginya," ucap Kapolres menyampaikan kepada 7 lurah. 

Lanjut dia, mengimbau pada 7 lurah untuk membentuk tim relawan dari Tim PKK, Karang Taruna dan RT/RW dengan jiwa sosial yang sangat militan untuk bertugas mengawasi pasien isoman. Diharapkan langkah langkah tersebut dapat dicontoh oleh kelurahan lain.

"Para lurah bisa mengambil langkah untuk membuat Group Wa khusus pasien covid yang isoman yang diawasi langsung oleh lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, RT, RW dan relawan untuk mengawasi pasien isoman dan kontak erat yang OTG," terangnya.

Untuk warga yang isoman tapi masih membandel, terang Kapolres harus dipaksa isoman di wisma atlet dengan pengawasan dari petugas Satpol PP dengan diback Up dari TNI-Polri.

"Terkait dengan penggunaan tempat wisma atlet nanti akan di koordinasikan dengan Bupati Lumajang," ujar Kapolres.

Bahkan Kapolres menyarankan, bagi pasien isoman yang diisolasi di Isoter (Isolasi Terpadu), adalah pasien isoman yang bandel dan pasien yang berasal dari keluarga tidak mampu. Agar selalu terpantau dan setiap kebutuhanya dapat terpenuhi baik makanan dan suplemen.

"Petugas dari Puskesmas yang melakukan tracing kontak erat pasien Covid-19 perlu juga mengecek kadar ogsigen dengan alat saturasi ogsigen karena kita sering kali tidak terasa apabila kekurangan oksigen saat terconfirm Covid-19," tandasnya.

Sementara itu, Dandim 0821 Lumajang Letkol Inf Andi A Wibowo menyampaikan bahwa penanganan pasien Covid-19 yang isoman pada tingkat Kabupaten harus memiliki tempat isoman terpadu. 

"Isoman Terpadu tersebut sudah saya koordinasikan dengan Wakil Bupati Lumajang dan akan disediakan di wisma atlet," ujar Dandim

Ia berharap yang isolasi bisa terpantau jika tiba-tiba berat tidak tertolong itu data lengkap sesuai dengan yang dinyatakan Positif.

"Kita harus mengetahui setiap rilis pasien Covid-19 dari Dinas Kesehatan terutama yang isoman agar dapat segera dilakukan tracing dan dipantau oleh petugas puskesmas dan satgas Covid-19 Desa," pungkasnya. (tim).