Koordinator Tanggap Bencana BUMN Jatim, Turun Langsung Ke Daerah Terdampak Gempa di Lumajang

 

Direktur Utama Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia Dwi Satriyo Annurogo, sekaligus Koordinator Tanggap Bencana BUMN Jawa Timur, memberikan bantuan secara simbolis pada Bupati Lumajang

LUMAJANG - (suarasatunews.com) Direktur Utama Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia Dwi Satriyo Annurogo, sekaligus Koordinator Tanggap Bencana BUMN Jawa Timur (Jatim) blusukan ke daerah terparah akibat gempa bumi di Desa Kaliuling Kecamatan Tempursari Kabupaten Lumajang bersama dengan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Senin (12/4 /2021).

I Ketut Rusnaya, Ketua Satgas

Ia menjelaskan bahwa hasil blusukan ini menjadi dasar Petrokimia Gresik bersama anggota Satgas dalam menyusun action plan. Ini sejalan dengan ajakan sinergi Gubernur Jatim terhadap Satgas Tanggap Bencana BUMN Jatim untuk percepatan pemulihan dampak gempa bumi tersebut.

"Dusun Iburaja di Desa Kaliuling menjadi daerah terparah akibat gempa. Kami melihat langsung kondisi para korban sekaligus kerusakan yang terjadi di sana," ujar Dwi Satriyo.

Untuk menuju ke lokasi, Dwi Satriyo bersama Gubernur harus mengendarai sepeda motor sejauh 4 (empat) kilometer, karena aksesnya sulit ditempuh menggunakan mobil.

BACA JUGA : Polda Jatim Siapkan Tim Trauma Healing

Saat berada di lokasi, Dwi Satriyo melihat langsung beberapa rumah penduduk serta fasilitas umum yang rusak karena gempa, dimana berdasarkan data sementara yang diterima, khusus di Kabupaten Lumajang ada 1.270 rumah yang rusak baik kategori ringan, sedang maupun parah. Selain itu, Dwi Satriyo juga juga menyapa para korban untuk mengetahui pasti keadaannya.

Lebih lanjut, Dwi Satriyo menjelaskan bahwa, berdasarkan hasil blusukan, Petrokimia Gresik bersama Satgas telah menyusun 6 (enam) action plan untuk membantu pemerintah dalam pemulihan pasca gempa. Antara lain mengirimkan tim medis, membuat posko dan relawan, mengirimkan bantuan (sembako, obat-obatan, dan kebutuhan darurat), membantu perbaikan fasilitas umum yang mengalami kerusakan materiil, koordinasi dengan tim CSR seluruh BUMN Jatim untuk konsolidasi bantuan, dan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

BACA JUGA : Polri Luncurkan Aplikasi Sinar Permudah Masyarakat Urus SIM

"Meninjau lokasi lapangan atau blusukan menjadi sangat penting agar action plan yang kita susun tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan. Kita pun langsung gerak cepat menjalankannya karena para korban tidak bisa menunggu terlalu lama," tandas Dwi Satriyo.

Bantuan 1.000 Paket Sembako

Sementara itu, di lokasi yang sama Dwi Satriyo juga menyerahkan bantuan program Corporate Social Responsibility (CSR) “Petrokimia Gresik Peduli & Berbagi” kepada warga terdampak berupa 1.000 paket sembako berisi beras (5 kg), minyak goreng (1 liter), gula (1 kg), dan mie instan (3 bungkus). Sebelumnya, bantuan serupa juga telah disalurkan untuk korban gempa di Kabupaten Malang.

"Semoga bantuan yang kami berikan ini dapat meringankan beban para korban, dan kami berharap kondisi segera pulih," tutup Dwi Satriyo.

BACA JUGA : Kapolda Jatim : Pelepasan KRI Tanjung Kambani-971 untuk Penanggulangan Bencana di Flores NTT

Sedangkan, Gubernur Jatim berharap seluruh stakeholder pro aktif membangun sinergitas dalam percepatan recovery pasca gempa, termasuk bersama Satgas Tanggap Bencana BUMN Jatim. Menurutnya, peran aktif semua pihak diperlukan dalam pemulihan ini, karena Presiden RI memberikan arahan agar upaya recovery paling lambat 2 (dua) bulan.

"Di sini saya bersama Satgas Tanggap Bencana BUMN Jatim yang dipimpin oleh Bapak Direktur Utama Petrokimia Gresik, saya harap sinergitas ini semakin ditingkatkan dalam upaya percepatan pemulihan," tandas Gubernur.

Tonton Video Ini

Di sisi lain ia juga menjelaskan bahwa, beberapa bantuan yang diberikan pemerintah pusat untuk pembangunan rumah terdampak berkisar dari Rp 10 juta hingga Rp 50 juta sesuai dengan kategori kerusakannya. Selain itu juga akan dilakukan perbaikan untuk fasilitas umum dan sosial.

"Musala dan masjid harus segera diperbaiki, agar masyarakat dapat menjalankan ibadah salat tarawih berjamaah di tempat ibadah tersebut," tandasnya.

Gubernur menambahkan bahwa pemerintah pusat juga memberikan bantuan hunian untuk menghindari kluster pengungsi gempa. 

"Kami kini terus melakukan validasi data sebelum bantuan dicairkan," ujar Gubernur Jatim.

Tidak ada komentar:

Berkomentarlah sesuai tema tulisan dengan tetap beretika dan satun. Jika komentar anda melanggar UU ITE, adalah diluar tanggung jawab kami.

Diberdayakan oleh Blogger.