Uluran Tangan Wujud Tali Asih, Peduli dan Rukun Di Tengah Pandemi

Uluran Tangan Wujud Tali Asih, Peduli dan Rukun Di Tengah Pandemi

Suara Satu News
Jumat, 05 Februari 2021

Kasat Lantas Polres Lumajang, mengenakan masker pada seorang pemuda yang hendak masuk Masjid.


LUMAJANG - (suarasatunews.com)
Harmonis bahu membahu, peduli dan saling menghargai satu dengan yang lain. Begitu suasana di saat pembagian masker pada masyarakat muslim yang hendak beribadah sholat Jum'at di Masjid Agung KH. Anas Mahfud Lumajang, Jum'at kemarin (5/2/2021).

Menarik perhatian, dimana gabungan antara anggota Satlantas Polres Lumajang dan Srikandi Satlantas Polres Lumajang, GUPDI ( Gereja Utusan Pantekosta Di Indonesia ), FKUB ( Forum Kerukunan Umat Bergama ) terlibat di dalam kegiatan.

SIMAK VIDEONYA DI BAWAH INI

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno S.I.K M.Si nampak turun bergabung, sembari mengutarakan mayoritas masyarakat sudah mayoritas bermasker.

Akrab saling sapa, perwira polisi berpangkat dua melati itu mengapresiasi seraya beriringan dengan masyarakat bersama - sama menuju Masjid.

"Alhamdulillah, saya melihat mayoritas sudah menggunakan masker," ucap Kapolres singkat.

Selebihnya, tepat di depan masjid kegiatan terus dilanjutkan dipimpin Kasat Lantas Polres Lumajang AKP I Putu Angga Feriyana.

Kata dia, selain merupakan wujud optimalisasi dalam penegakan protokol kesehatan dalam pencegahan Covid - 19, pembagian masker saat itu juga sebagai bukti jika hubungan antar umat beragama di Kabupaten Lumajang berjalan baik.

"Agar Jama'ah Sholat Jum'at tetap nyaman dalam beribadah dan tetap mematuhi protokol kesehatan. Selain itu ini merupakan bentuk kerukunan antar umat beragama di Lumajang hingga detik ini tetap berjalan baik," ucap Kasat Lantas.

Kedepan, hal serupa menyusul kegiatan saat ini di Masjid, juga akan dilakukan ketika ada kegiatan ibadah di tempat ibadah agama lain di Lumajang.

Diwaktu yang sama, perwakilan FKUB Adi Sumianto menambahkan, bahwasannya di Lumajang tidak pernah ada pemikiran membeda - bedakan agama yang satu dengan yang lain.

"Di Lumajang kami disini bersama - sama saling bahu - membahu, kompak dan tidak pernah membedakan satu dengan yang lain, berat kami pikul bersama dalam tajuk kekompakan," tukas dia.

Saiful Amin (39) warga Lumajang turut mengapresiasi kegiatan ini.

"Alhamdulillah rukun mas, semoga barokah dan akan terus baik, terutama situasi Pandemi ini semoga cepat berlalu," pungkas dia, lalu meneruskan langkahnya.