Tanam Bersama di Kawasan Hutan Terdampak Erupsi Gunung Semeru Lumajang

Foto bersama jelang penanaman

LUMAJANG - (suarasatunews.com)
Danramil 0821/14 Pronojiwo Kapten Inf Dedy Siswantono meminta, agar masyarakat untuk ikut peduli terhadap areal hutan lindung, dengan melaksanakan kegiatan penanaman kembali areal hutan yang gundul.

“Untuk menunjang terwujudnya kelestarian alam, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kepedulian diri terhadap areal hutan lindung, dengan rajin menanam berbagai macam jenis pohon di lokasi hutan yang gundul, agar dapat memberikan manfaat sampai anak cucu kelak,” ujar dia dalam kegiatan penghijauan di wilayah terdampak erupsi Gunung Semeru, Dusun Sumbersari Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (6/1/2021).

Dedy juga menyampaikan, bahwa banyak pohon yang tumbang akibat erupsi Gunung Semeru. Oleh karena itu, pihaknya siap membantu melaksanakan penanaman kembali hutan yang terdampak, agar kelestarian alam tetap terjaga.

“Melaksanakan reboisasi (penanaman kembali hutan yang tandus, red) sangat penting dilakukan, agar kelestarian alam tetap terjaga,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Rehabilitasi Lahan dan Pemberdayaan Manusia (Kasi RLPM) Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Ahmad Yani menerangkan, bahwa penanaman bibit pohon pasca erupsi Gunung Semeru diharapkan dapat mengembalikan kelestarian alam di wilayah lereng Gunung Semeru.

Lanjut dia, dalam kegiatan tersebut akan ditanam 45.010 bibit pohon yang terdiri dari bibit pohon sengon, bendo, durian, nangka, kayu putih, sirsak, dan pete, yang nantinya tersebar di areal lahan seluas 1 hektare.

“Peran serta masyarakat sangat diperlukan, agar bibit pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik, sehingga kelestarian alam lereng Gunung Semeru dapat terpelihara,” pungkasnya. (Phie)

Tidak ada komentar:

Berkomentarlah sesuai tema tulisan dengan tetap beretika dan satun. Jika komentar anda melanggar UU ITE, adalah diluar tanggung jawab kami.

Diberdayakan oleh Blogger.