Tanaman Porang Dinilai Menjanjikan, PPPN di Pamekasan Resmi Terbentuk

Foto bersama pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Pamekasan


PAMEKASAN - (suarasatunews.com)
Silaturahmi Petani Pegiat Porang Nusantara (PPPN) sekaligus pembentukan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Pamekasan, Sabtu (26/12/2020)

Ketua DPC Perkumpulan PPPN, H. Ilzamuddin, S.P, mengatakan bahwa, komuditas tanaman porang sangat menjanjikan pasarnya sehingga perlu di sosialisasikan kepada seluruh masyarakat Madura, khususnya Pamekasan.

Tanaman Porang


"Dengan melalui tehnik pembinaan, tentunya cara bercocok tanam, pemupukan, pengendalian hama dan pengolahan tanah yang baik, itu akan dicapai produksi yang maksimal," ucapnya.

Selanjutnya, menurut Ilzamuddin, tanaman porang bisa menghasilkan ratusan juta, tidak salah jika disebut bibit emas dan perlu di sosialisasikan kepada masyarakat, sehingga tanamam porang ini bisa dijadikan alternatif pengganti tanaman yg kurang produktif.

"Misalkan 1 hektar kita tanami dengan jarak tanam 40-60 cm, sehingga ketemu populasinya 40.000 bibit porang dengan asumsi perbatang memproduksi 1 kilo, maka akan menghasilkan 40 ton dapat menghasilkan ratusan juta dalam jangka 6-7 bulan jika harga perkilo 10.000," jelasnya.

Ia juga menambahkan, bahwa porang beda dengan komoditas lain, di Indonesia porang masih menjadi makanan sekunder tidak seperti beras yang masih menjadi primadona.

"Di luar Negeri seperti Vietnam, Korea dan Jepang dijadikan makanan pokok, karena disana porang dijadikan bahan dasar untuk membuat tepung, dan terbukti juga porang itu makanan sehat tidak banyak mengandung karbohidrat, sehingga cocok untuk diet," imbuhnya.

Perlu diketahui, pembentukan pengurus Petani Pegiat Porang Nusantara (PPPN) untuk DPC Kabupaten Pamekasan diletakkan di kediaman Moh. Tamyis, Kepala Desa Samatan, Kecamatan Proppo , meskipun masih dibilang baru di wilayah Madura, akan tetapi di Indonesia sudah lama keberadaannya. (TIM)

Tidak ada komentar:

Berkomentarlah sesuai tema tulisan dengan tetap beretika dan satun. Jika komentar anda melanggar UU ITE, adalah diluar tanggung jawab kami.

Gambar tema oleh mariusFM77. Diberdayakan oleh Blogger.