Generasi Muda di Lumajang Diminta Jadi Benteng Terdepan Memelihara Kerukunan Umat Beragama

Foto : Dok. Pendim 0821


LUMAJANG, (suarasatunews.com)         
Untuk menjaga dampak negatif terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara, Generasi muda di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur diminta menjadi benteng terdepan dalam memelihara kerukunan umat beragama dan keanekaragaman budaya bangsa.

“Kami harap generasi muda mampu mengajak masyarakat untuk meningkatkan toleransi beragama dan menjadikan agama sebagai pondasi pelaksanaan tugas atau kehidupan sehari-hari” ujar Kepala Staf Kodim 0821/Lumajang Mayor Inf Rinanto saat membacakan Sambutan Dandim 0821/Lumajang dalam acara dialog kerukunan generasi muda antar umat beragama di Ruang Graha Nagara Bakti Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Lumajang, Kamis (24/9/2020).

Rinanto juga menyampaikan, bahwa di Indonesia terdapat enam agama yang masing-masing agama mempunyai banyak sekali perbedaaan, namun tujuannya tetap sama yaitu beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Lanjut dia, Agama maupun kepercayaan adalah suatu hal yang sangat sensitif di dalam kehidupan pribadi seseorang, karena agama maupun kepercayaan berhubungan langsung dengan sang Maha Pencipta.

“Kita semua perlu menghargai dan menghormati perbedaan agama maupun kepercayaan, karena pada hakikatnya semua agama mengajarkan kebaikan pada semua umatnya dan tidak ada suatu agama yang mengajarkan suatu kejelekan sesama umat manusia,” ujar dia.

Ia menambahkan, bahwa dalam masa Covid-19 saat ini, hendaknya para pemuda apapun latar belakangnya ikut serta dalam usaha penanggulangan Covid-19 khususnya mengajak masyarakat mematuhi protokol kesehatan dan selalu berdoa sesuai agama yang dianut, agar Covid-19 segera berakhir sehingga norma kehidupan dapat kembali normal.

Sementara itu, Plt. Ketua FKUB Kabupaten Lumajang Suharyo A.P., menerangkan, bahwa ditengah permasalahan yang kompleks saat ini, kerukunan antar umat beragama merupakan kunci utama untuk tetap terjaganya NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Lebih lanjut, dia juga menerangkan, Kabupaten Lumajang tepatnya di Desa Sendoro telah ditetapkan sebagai desa sadar kerukunan dan menjadi percontohan kerukunan antar umat beragama.

“Ini merupakan bukti bahwa kita sudah selesai dengan kerukunan umat beragama, semoga kita sebagai penurus dan generasi muda dapat merawat dan melestarikannya sehingga dapat hidup berdampingan dengan rukun sampai anak cucu” harapnya. (By)

Tidak ada komentar:

Berkomentarlah sesuai tema tulisan dengan tetap beretika dan satun. Jika komentar anda melanggar UU ITE, adalah diluar tanggung jawab kami.

Diberdayakan oleh Blogger.