Pokdarwis Sumber Mujur Lumajang Mulai Buka Kembali Kawasan Wisata Hutan Bambu


Pemandangan wisata alam hutan bambu Desa Sumber Mujur, Lumajang, yang terdapat ribuan bambu dan mata air abadi yang jernih


LUMAJANG, (suarasatunews.com)
Obyek Wisata Alam Hutan Bambu, Desa Sumber Mujur, Kecamatan Candipuro Lumajang, Jawa Timur kembali dibuka. Tempat yang pernah dipakai syuting film berjudul "Perempuan Tanah Jahanam" ini sudah rampung dibersihkan oleh anggota kelompok sadar wisata (pokdarwis) desa setempat yang tergabung dalam Heppiii Community Lumajang.

Wisata Alam Hutan Bambu, Desa Sumber Mujur yang desanya masuk dalam Heppiii Community ini mulai menggeliat lagi sejak dua pekan terakhir ini. Tempat wisata alam ini dibuka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti pengunjung harus menggunakan masker dan tetap menjaga jarak.


“Efektifnya baru seminggu ini, karena seminggu pertama kami gunakan untuk bersih-bersih lokasi wisata,” kata Rudi Mulyono Selaku Bendahara Pokdakwis yang juga Kepala Dusun Umbul Sari, Desa Sumber Mujur, akhir pekan lalu.

Tempat wisata ini sangat asri. Daya tarik utama obyek wisata ini adalah pemandangan ribuan bambu yang asri. Selain itu, tempat wisata tersebut juga dihuni oleh kera yang membuat lokasi ini semakin alami. “Pengunjung bisa berinteraksi dengan kera, seperti memberikan makan,” imbuhnya. 

Kawasan wisata ini semakin lengkap berkat adanya sumber air abadi. Sumber air yang juga menjadi konsumsi masyarakat dan mengairi area pertanian ini sangat jernih dan bersih. Adanya sumber air itulah kemudian dibangun kolam renang bagi pengunjung. 

“Setiap pengunjung yang datang pasti akan rindu dengan keindahan hutan bambu dan permainan air di sini. Alam yang indah inilah yang terus kami rawat untuk kesejahteraan warga," ungkap Rudi.  

Upaya untuk menjaga kawasan ini terus dilakukan oleh Pokdarwis. Warga di desa yang tergabung dalam Heppiii Community ini juga diberdayakan. “Hari biasa ada 12 orang yang bekerja, sementara hari Minggu dan hari besar sampai 40-60 orang," urainya.

Untuk menimati pemandangan bambu yang tertata asri ini, pengunjung dewasa cukup merogoh koceknya Rp 5.000 dan anak-anak Rp 3.000 untuk tiket masuk. Untuk parkir sepeda motor Rp 3.000, sedangkan mobil Rp 5.000.

“Jumlah pengunjung tergantung hari. Sebelum ada corona setiap hari bisa sampai 12 ribuan wisatawan,” katanya.
 
Pengunjung lokasi wisata ini masih didominasi wilayah Tapal Kuda, seperti Probolinggo, Banyuwangi, Jember, Pasuruan, serta daerah Malang juga. Obyek wisata yang mulai dirintis tahun 2014 ini semakin hari makin dikenal dikawasan Jawa Timur. (TIM)

Tidak ada komentar:

Berkomentarlah sesuai tema tulisan dengan tetap beretika dan satun. Jika komentar anda melanggar UU ITE, adalah diluar tanggung jawab kami.

Diberdayakan oleh Blogger.