SULTAN HASANUDDIN DAN PASUKAN COBRA TAMPIL DI LUMAJANG, ADA APA...?!

Kapolres dan Ka. Tim Cobra saat tampil

LUMAJANG, (suarasatunews.com) Ada yang unik, kemarin (5/10), warga Lumajang bisa melihat pasukan Cobra Sultan Hasanuddin tampil di Lumajang. Dengan mengendarai kuda, Sultan Hasanuddin dan 2 pengawalnya serta di ikuti 1 pleton pasukan Cobra dibelakangnya.


Ternyata Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MH MM yang memperagakan sebagai Sultan Hasanuddin. Berpakaian lengkap ala Sultan Hasanuddin, dipadu dengan rompi Tim Cobra, mengesangkan perpaduan yang unik antara simbol pahlawan dari sulawesi selatan dengan simbol pahlawan dari Lumajang yaitu Sultan Hasanuddin dan Tim Cobra.

Dalam pernyataannya, Kapolres Lumajang mengatakan sangat bangga, bisa memperlihatkan sekaligus memperkenalkan baju asal Makassar yang sering digunakan saat bertempur dulu kepada masyarakat Lumajang. 

“Sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya yang merupakan putra asli Makassar bisa menunjukan baju kebesaran leluhur kami saat berjuang di medan pertempuran. Harapan saya warga Lumajang akan mendapatkan aura positif serta semangat yang membara seperti Sultan Hasanudin dulu dan pasukannya melawan penindasan dan ketidakadilan yang dilakukan oleh penjajah,” Ujar pria yang menyelesaikan gelar S1 di UNS Solo, S2 di Universitas Gadjah Mada Jogjakarta, serta S3 di Universitas Padjajaran Kota Bandung

Selain itu Cristina (wanita, 37 th) warga Lumajang keturunan Tionghoa terlihat sempat ‘menghadang’ rombongan Kapolres yang sedang menunggangi kuda hanya untuk berfoto bersama dengan beliau. 

“Kapan lagi kan bisa berfoto dengan pak Kapolres. Saya melihat auranya sebagai sosok pemimpin sangat terlihat keluar dari beliau, sangat identik dengan tokoh nasional Sultan Hasanudin. Saya sangat yakin dan percaya Pak Arsal bisa menyelesaikan berbagai permasalahan di Kabupaten Lumajang ini,” terangnya.

Sebagai catatan, kegiatan pawai tersebut adalah rangkaian Harjalu (Hari Jadi Lumajang) tahun ini yang ke 764 yang diadakan oleh GATRA (Graha Sastra Lumajang), organisasi bagi para sastrawan yang berasal dari Kabupaten Lumajang. Selain itu, pawai kemarin juga merupakan acara ‘pendhak pindho’ atau dalam bahasa Indonesia berarti Hari Ulang Tahun GATRA yang ke 2. (TIM)

Tidak ada komentar:

Berkomentarlah sesuai tema tulisan dengan tetap beretika dan satun. Jika komentar anda melanggar UU ITE, adalah diluar tanggung jawab kami.

Diberdayakan oleh Blogger.