Alumni SMP IKIP Negeri Surabaya di Klakah Angkatan Tahun 1979, Muncak ke Gunung Puji

Foto dilokasi, diatas pesanggrahan Mbah Citto

LUMAJANG, (suarasatunews.com) Sedikitnya dua puluh orang, berasal dari alumni SMP IKIP Negeri Surabaya di Klakah angkatan tahun 1979, menjajal keunikan alam raya Gunung Puji masuk Desa Papringan Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang Jawa Timur, Selasa (11/6/2019).

Asal mula inisiatif kedatangan para alumni SMP IKIP Negeri Surabaya di Klakah ini ke Gunung Puji, dikatakan oleh Elizabeth Ivonne Rumapar (57), timbul sebelumnya pasca dirinya tahu akan eksotika alam di puncak gunung puji dari media sosial.

Keseruan jelang keberangkatan

"Penasaran, apalagi viral ada telur buatan yang mirip asli di sana. Jadi setelah kita adakan pertemuan dengan teman-teman alumni, kita sepakat pergi bersama-sama kesana," ucap dia.

Berbackground gunung lemongan

Tak luput setibanya disana, perempuan yang akrab disapa mama Vony inipun takjub melihat Kabupaten Lumajang dan Probolinggo dari atas ketinggian.

"Selain tersedia tempat berfoto, ternyata lautan batu ya," imbuh dia.

Iapun melangkahkan kaki bersama teman yang lain, untuk memastikan seperti apa benda berbentuk oval berwarna putih yang dibingkai mirip telur raksasa itu.

"Ternyata mirip sungguhan. Membuat kagum," tukasnya.

Baca juga : Keseruan Drs. Azis Fachrurrozi Berlibur ke Gunung Puji 
http://www.suarasatunews.com/2019/06/keseruan-drs-azis-fachrurrozi-berlibur.html?m=1

Sementara hal serupa, juga diutarakan oleh salah satu alumni, H. Herman Affandi (56) yang juga kini menjadi tokoh di Klakah.

Baca Juga : Benda Mirip Telur Raksasa Ada di Gunung Puji
http://www.suarasatunews.com/2019/06/ada-benda-mirip-telur-raksasa-di-gunung.html?m=1

Ia mensuport pengembangan lokasi yang menurutnya potensi menjadi kawasan wisata yang ada di Kecamatan Klakah salah satunya gunung puji ini.

"Kami mensuport dan mendukung. Namun selain itu juga kami minta kiranya akses jalan bisa lebarkan lagi," kata H. Herman.

Tonton juga video ini

Menurutnya akses jalan menuju gunung puji ini, saat ini memang mudah dilalui baik kendaraan roda dua ataupun roda empat. Akan tetapi, jika ada kendaraan bersebrangan jalan itu akan perlu keberhati-hatian.

"Kalu jalan diperlebar akan lebih pas lagi, sehingga bagi siapa saja yang mendatangi lokasi ini akan lebih nyaman," pungkas H. Herman.

Penulis : Tim
Publisher : Her

Tidak ada komentar:

Berkomentarlah sesuai tema tulisan dengan tetap beretika dan satun. Jika komentar anda melanggar UU ITE, adalah diluar tanggung jawab kami.

Diberdayakan oleh Blogger.