TNI - Polri Siap Amankan Mudik Lebaran 2019

Dandim bersama Kapolres Lumajang mengecek kesiapan pasukan

LUMAJANG, (suarasatunews.com) Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH bersama jajarannya, nyatakan kesiapan untuk mengamankan mudik lebaran tahun ini.

Hal itu ia sampaikan saat dia memimpin upacara gelar pasukan Ops Ketupat 2019 di alun - alun Kabupaten Lumajang, Selasa (28/5/2019).

Hadir saat itu, Forkopimda Kabupaten Lumajang serta TNI, Polri, Dishub dan Satpol PP Kabupaten Lumajang berikut instansi terkait.

Dalam amanatnya, Kapolres membacakan surat resmi dari Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jendral Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian. Ph. D yang menyaatakan pihak Kepolisian Republik Indonesia sangat siap dalam menghadapi arus balik hingga arus balik mendatang. 

“Polri sendiri telah membangun sebanyak 2.448 Pos Pengamanan, 764 Pos Pelayanan, 174 Pos Terpadu yang nantinya akan tersebar luas di seluruh Indonesia untuk menghadapi arus mudik maupun arus balik tahun ini. Diwilayah Lumajang sendiri akan dibangun 1 Pos Pelayanan, 4 Pos Pengamanan serta sisanya adalah pos pantau. Harapan saya tidak ada kejadian yang menonjol selama operasi ketupat. Pihak Kepolisian akan terus meningkatkan sinergitas dengan instansi terkait untuk mengamankan Hari Raya umat muslim tersebut,” tegas Arsal.

Dikonfirmasi seusai kegiatan, Kasat Lantas Polres Lumajang AKP I Gede Putu Atma Giri SH memprediksi puncak arus mudik sendiri adalah H-2 Lebaran. 

“Kami dari pihak Kepolisian Resor Lumajang memprediksi arus mudik akan terjadi pada H-2 lebaran. Intensitas kendaraan akan meningkat di sepanjang jalur rawan Macet Ranuyoso-Klakah-Kedungjajang," kata dia.

Namun demikian, pihaknya mengaku telah menyiapkan Tim urai agar kepadatan setiap tahun di sepanjang Pasar Buah Ranuyoso serta tanjakan Jembatan Grobogan tak terjadi di tahun ini. 

"Saya optimistis mudik tahun ini wilayah Lumajang dapat berjalan dengan efektif,” tegas Giri.

Di wilayah Lumajang sendiri Operasi ketupat melibatkan 456 personel gabungan, terdiri atas 200 personel Polri, 60 personel TNI, 75 personel kementerian dan Dinas Terkait,  30 personel Satpol PP, 16 personel Pramuka, serta 75 personel organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan. 

Operasi ini sendiri akan dimulai tanggal 29 Mei 2019 pukul 00.00 wib serta berakhir pada tanggal 10 Juni 2019 pukul 23.59 wib.

Penulis : Tim
Publisher : Her

Tidak ada komentar:

Berkomentarlah sesuai tema tulisan dengan tetap beretika dan satun. Jika komentar anda melanggar UU ITE, adalah diluar tanggung jawab kami.

Diberdayakan oleh Blogger.