Ketika AKBP Arsal Bercengkrama Dengan Warga Suku Tengger

Duduk bersahaja, Kapolres Lumajang sembari menyampaikan pesan kamtibmas

LUMAJANG, (suarasatunews.com) Diatas ketinggian 2200 mpdl, saat itu Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH, menempuh rute terjal menembus kabut bertatap muka dengan warga suku Tengger Jawa Timur, Senin (6/5/2019).

Bukan tanpa sebab, bukan setakad untuk berekreasi. Namun, perlu dikatahui saat itu, orang noner 1 di kepolisian resort Lumajang itu sedang mejalani giat membangun sinergitas polri dan masyatakat serta memotifasi warganya guna menekan angka kriminalitas dari tinggak paling mendasar.

"Harapannya, wilayah - wilayah lainnya di Lumajang bisa menjadi wisata unggulan di Indonesia. Sehingga bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat Lumajang dengan penghasilan yang cukup, dan kriminalitas dengan sendirinya menurun bila pendapatan masyarakat cukup," ucap dia ditengah perjalanan didampingi amggotanya.

Perlu diketahui, suku Tengger mendiami empat Kabupaten diantaranya Lumajang, Probilinggo, Pasuruan dan Malang. 
Mereka tinggal sekitar kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ( TNBTS ).

Di Lumajang, ada lima desa yang didiami oleh suku Tengger yaitu Desa Argosari, Ranupane, Bedayu Talang, Cempoko Ayu dan Kandang Tepus. 

Bercocok tanam kentang dan sayur mayur lainnya menjadi aktifitas warga setempat dalam keseharian.

Tonton video ini juga : 

Cuaca yang sangat dingin dan seringnya turun hujan membuat tanaman di suku Tengger tidak mengenal musim kapanpun bisa panen. Salah satu yang terkenal adalah kentang, yaitu dari jenis granola dan kentang merah. Terkadang sering juga disebut kentang tengger karena memiliki tekstur dan rasa yang berbeda dengan kentang sawah.

Kapolres menilai, apa yang ia temui saat itu, merupakan potensi pariwisata yang luar biasa. Karena menurutnya gabungan dari keseluruhannya itu menjadikan ekosistem wisata yang saling melengkapi sehingga terasa sempurna.

"Selain itu juga hasil pertanian holtikultura masyarakat tengger memiliki kualitas diatas rata - rata. wisata yang menjadi gongnya adalah B 29 atau biasa disebut NEGERI DIATAS AWAN," tukas dia. 

Dari optimalisasi sektor wisata ini, terang Kapolres disertai motifasi dan perbincangan hangat didekat api unggun kala itu, akan menopang masyarakat ke taraf perekonomian yang baik, sehingga tidak terfikir untuk berbuat kriminalitas.

Penulis : Tim
Publisher : Her

Tidak ada komentar:

Berkomentarlah sesuai tema tulisan dengan tetap beretika dan satun. Jika komentar anda melanggar UU ITE, adalah diluar tanggung jawab kami.

Diberdayakan oleh Blogger.