Reka Ulang Curanmor di Masjid Al Kautsar, Polisi Temukan Fakta Unik

Pelaku dihadapkan Kapolres memperagakan aksinya merusak kunci motor dengan kunci T

LUMAJANG, (suarasatunews.com) Kapolres Lumajang AKBP DR. Muhammad Arsal Sahban S.H S.I.K MM M.H memimpin rekonstruksi ulang di TKP pencurian kendaraan bermotor roda dua, di Masjid Al - Kautsar Jalan Musi Desa Sumberejo Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang Jawa Timur, Jum'at (29/3/2019).

Turut hadir saat itu, Ka. Tim Cobra Polres Lumajang AKP Hasran Cobra bersama anggotanya. Bahkan tersangka, kala itu dihadirkan. 

Yaitu Yusron (38), warga Dusun Tegalsari Desa Mangun Sari Kecamatan Tekung. Sementara seorang lagi rekannya bernama Abdul Holik alias Kombet (33), juga warga Tekung tak bisa dihadirkan lantaran saat ini tengah menjalani masa hukuman, di Polres Jember atas kasus pencurian roda empat. 

Dihadapan sejumlah awak media, Yusron (38), mengaku saat itu hanya mengantar saja. Lalu yang melakukan aksi, menurut pengakuan Yusron yakni Abdul Kholik. 


Namun dibalik pengakuannya itu, pria berbadan agak tinggi kurus itu, membenarkan jika saat beraksi, dia mengenakan sarung, jaket dan helm persis dengan yang ada di camera CCTV. 

Dan sejumlah pakaian yang dikenakan itu, saat ini disita petugas dijadikan sebagai berang bukti berikut motor hasil curiannya. 

Sontak, warga yang mulanya usai melaksanakan sholat Jum'at berjama'ah, saat itu tidak langsung pulang. Mereka mononton secara langsung, bagaimana pelaku yang sudah ditangkap itu, memperagakan aksinya. 

Kapolres Lumajang menerangkan, terungkapnya modus pencurian ini, dari analisa yang dilakukan pihaknya terhadap rekaman kamera CCTV.

"Dari rekaman video CCTV, kami analisis sehingga bisa terungkap. Mereka berdua, namun yang satunya saat ini tengah berada di Polres Jember atas kasus curanmor roda empat. Uniknya di TKP ini pelaku sedang menyaru, seperti orang yang hendak melakukan sholat berjama'ah," ucap Arsal. 

Selebihnya, Arsal menghimbau agar masyarakat sedianya bisa mengoptimalkan CCTV. 

"Dengan adanya camera CCTV, nantinya bisa diputar ulang kembali untuk dijadikan bahan analisa jika ada kejadian-kejadian," tutup dia.

Penulis : Her
Publisher : Mam

Tidak ada komentar:

Berkomentarlah sesuai tema tulisan dengan tetap beretika dan satun. Jika komentar anda melanggar UU ITE, adalah diluar tanggung jawab kami.

Diberdayakan oleh Blogger.