TMMD ke 102 Satukan Perbedaan

Pangdam V / Brawijaya dengan khas senyum berwibawanya saat hendak makan berasama - sama warga

Lumajang (suarasatunews)
Pagi itu, Rabu (8/8/2018) tepatnya di Desa Pasrujambe Kecamatan Pasrujambe Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Nampak ratusan prajurit TNI bergegas melangkah di tepian Jalan Desa.

Berselimut embun, dicekam hawa dingin di bawah kaki gunung Semeru. Mereka melangkah menuju kendaraan besar berwarna hijau daun, yang saat itu terparkir rapi dekat Balai Desa.

Genap sudah sebulan lamanya, para prajurit TNI yang tangguh itu mewujudkan pengabdian dalam tajuk sebuah program TMMD ( TNI Manunggal Membangun Desa ) ke 102.

Sedari awal hingga akhir, kemanunggalan TNI dengan rakyat terjalin. Mereka berkumpul bersama dalam ranah keluarga. Merasakan apa yang dirasakan oleh rakyat disuatu wilayah terpencil jauh dari keramaian kota.

Sepi, rentan bencana alam, lebih dominan dengan kehidupan bergantung pada alam sekitar. Sebuah dilema yang terpecahkan melalui kebijakan pemerintah melalui tangan trampil prajutit TNI. 

Langkah prajurit saat itu diiringi lambaian tangan beraroma sembari duka berat ditinggal keluarga. 
Tak sedikiti warga  menetaskan air mata, seolah ditinggal pergi anak, saudara dan bapak yang selama ini memberi nasehat, pengayoman, bimbingan disegala bidang.

Tercipta peleburan jiwa antara rakyat dan TNI melalui program TMMD ke 102  yang baru saja usai.

Desa yang dulunya tersisolir, kini sudah tidak lagi. Sarana fisik, non fisik tercipta. Dari yang tidak ada menjadi ada.

Cipta karya pengabdian prajurit TNIpun dikenang oleh warga, melalui pemberian nama akan karya tersebut dengan nama Brawijaya ( Jalan Brawijaya dan Musholla Bwawijaya ).

Bahkan saat itu, Pangdam V / Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman pasca memimpin upacara penutupan TMMD di lapangan desa tersebut, menyempatkan kumpul bersama warga sembari melihat hasil kinerja prajurit hingga makan bersama beralaskan karpet di Jalan Brawijaya ( jalan tembus) program TMMD. 

Selamat jalan prajurit kembali ke kesatuan, karyamu tertanam di sanubari tak akan kelam termakan masa,” ucap sejumlah warga sembari melambaikan tangan menatap tajam senyum prajurit.

Penulis : Edo Wahyu S

Tidak ada komentar:

Berkomentarlah sesuai tema tulisan dengan tetap beretika dan satun. Jika komentar anda melanggar UU ITE, adalah diluar tanggung jawab kami.

Diberdayakan oleh Blogger.