Pemuda 15tahun Ini Wajibkan Dirinya Mendaki Gunung Kibarkan Saka Merah Putih Setinggi Langit Tiap 17 Agustus


                                  
Afri (15), saat bentangkan bendera merah putih di puncak gunung lemongan

Lumajang (suarasatunews.com)
Nampak seorang pemuda bertopi, membentangkang bendera merah putih di dadanya. Ia bernama Afri (15), asal Tambakboyo Klakah Lumajang jawa Timur. 

Gambar tersebut menceritakan ketika pemuda kelahiran 15-Oktober-2003 itu, melakukan pendakian ke puncak Gunung Lemongan bersama sejumlah pelajar SMA setingkat di atasnya, Kamis sore (16/8/2018) kemarin. 

Sore itu, ia bersama temannya yang lain, berjalan menerobos semak belukar, melawan lelah dan mengabaikan resiko dimana ketika diperjalanan, ia melintasi hutan tengah malam. Hingga akhirnya sampai dan berada di puncak Gunung Lemongan dengan ketinggian 1676 meter diatas permukaan laut, ia dengan bangganya membentangkan bendera merah putih tanda peringatan HUT kemerdekaan RI ke 73.

Ditanya apakah tidak capek dan takut ada binatang buas ?, putra dari pasangan suami istri antara Supi'i dan Sosmiati ini menjawab dengan perkataan mengejutkan. 

"Saat itu cuma saya yang SMP, gabung dengan kakak SMA. Saya sudah tiga kali muncak, saya mewajibkan diri setiap peringatan HUT Kemerdekaan RI saya harus muncak dan kibarkan bendera merah putih setinggi langit," ucapnya ketika ditemui di kediamannya, Sabtu (18/8/2018).

Penasaran, apa yang menjadikan pemuda ini wajib muncak (melakukan pendakian setiap peringatan HUT kemerdekaan RI. Obrolanpun diteruskan saat itu turut bersama kedua orang tuanya diruang tamu yang tak begitu lebar. 

"Dulu pahlawan tidak hanya naik gunung ingin mengibarkan bendera merah putih tanda merdeka. Bahkan, bertaruh nyawa, bahkan ada yang mati. Kalau sekarang selayaknya saya, hanya bejalan kaki menuju ketinggian, tidak ada serangan dari penjajah," ucapnya dengan muka polos. 

Apa yang dilakukan pemuda ini sedianya menjadi cerminan, kesan pengorbanan dan sadar akan jasa pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan, begitu membuatnya yakin dan tak ragu mengajak teman sejawatnya melakukan hal sama. 

"Saya tidak ingin apa-apa, hanya ingin negeri ini tidak rusak. Dan itu bisa terwujud dengan generasi penerusnya yang cinta tanah air," tukasnya. (TIM

Tidak ada komentar:

Berkomentarlah sesuai tema tulisan dengan tetap beretika dan satun. Jika komentar anda melanggar UU ITE, adalah diluar tanggung jawab kami.

Diberdayakan oleh Blogger.