Ini Curahan Hati Anak Korban Gempa Kepada GGD Lombok Tengah

Tulisan yang dibuat oleh Risma

Lombok Utara (suarasatunews.com)
Peran Guru Garis Depan (GGD) Kabupaten Lombok Tengah yang terus mendistribusikan bantuan hasil penggalangan dana untuk membantu para korban gempa bumi di Lombok, tanpa kenal lelah. 

Mereka mengirim bantuan logistik dan memberikan Trauma Healing bagi anak-anak pengungsian di pelosok-pelosok daerah yang selama ini jarang terjangkau para relawan.

Mengembalikan psikologi anak-anak di pengungsian adalah fokus utama misi kemanusiaan yang dilakukan GGD Lombok Tengah. Melalui kegiatan Trauma Healing, anak-anak sekolah dari usia dini hingga SMP diberikan aktifitas khusus berupa permainan, outbound, menggambar dan menyanyi.

Diakhir kegiatan Trauma Healing, tim relawan GGD Lombok Tengah selalu memberikan secarik kertas kepada semua anak-anak untuk menuliskan isi hati dan harapan mereka.
suasana saat itu

Tanpa diduga, Risma salah satu siswi kelas kelas VII SMP Negeri Satu Atap 2 Tanjung itu, mencurahkan isi hatinya tentang musibah yang dialaminya.

"Waktu malam senin aku sangat ketakutan, bersama teman dan keluargaku, kakekku tertimpa bangunan Alhamdulillah kakekku selamat. Tetapi keluargaku yang lain ada yang meninggal. Aku sangat sedih dan sangat trauma, rumah kami semua rusak dan tidak ada yang tersisa, keluargaku seperti pengemis meminta sumbangan. Air kami tidak cukup. Mudah-mudahan ada bantuan dari pemerintah. Waktu aku trauma untung ada kakak-kakak dari GGD yang membangkitkan semangat kami semua. Ya Allah mudah-mudahan bencana di bumi ini selesai Amin"

Itulah isi hati Risma salah satu siswi yang tinggal di pengungsian di Dusun Pengembuk, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Sabtu (11/8/2018) kemarin. 

Sementara itu Muhammad Rusdi, S.Pd Gr, Kordinator GGD Lombok Tengah menjelaskan, banyak curahan hati yang ditulis oleh adik-adik di pengungsian mereka menuliskan isi hatinya dalam sebuah cerita ada pula yang menulis dalam bentuk puisi, gambar kondisi rumah. 

"Kami GGD Lombok Tengah nantinya akan mengumpulkan kartas curahan hati mereka. Insyaallah akan kami buat buku semacam bunga rampai kumpulan tulisan anak-anak pengungsian korban Gempa Bumi Lombok. Semoga mereka semua tabah menghadapi cobaan ini dan diberikan semangat untuk menata kembali kehidupan untuk terus belajar demi menggapai mimpinya," kata M Rusdi. 

Penulis : Yopi Aris Widiyanto

Tidak ada komentar:

Berkomentarlah sesuai tema tulisan dengan tetap beretika dan satun. Jika komentar anda melanggar UU ITE, adalah diluar tanggung jawab kami.

Diberdayakan oleh Blogger.