Peduli Kesulitan Warga, Babinsa Wonosari Koramil Tekung Bantu Airi Lahan Sawah.

Serda Ruslin saat bersama petani di wilayahnya mengairi sawah


Lumajang (suarasatunews) 
Memasuki awal musim kemarau yang terjadi di wilayah Kabupaten Lumajang membuat lahan persawahan sudah mulai mengering, guna mengairi lahan persawahan berbagai upaya telah dilakukan oleh para petani baik melalui saluran irigasi maupun menggunakan mesin diesel pompa air agar tanaman yang diharapkan mampu memberikan hasil panen yang diharapkan.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Babinsa Wonosari Koramil 0821/15 Tekung bersama warganya yang tergabung dalam kelompok tani Sari Rejeki 2 yang berada di Dusun Krajan Desa Wonosari kecamatan Tekung kabupaten lumajang dalam upaya mengairi lahan persawahan yang menggunakan mesin diesel pompa air, Rabu (6/6/2018)

Babinsa setempat Serda Ruslin Hendrawan mengatakan, cuaca yang saat ini sudah memasuki musim kemarau dan jarang terjadi turun hujan membuat beberapa lahan persawahan di wilayah desa Wonosari mulai mengering sedangkan lahan persawahan juga harus tercukupi suplai airnya agar tanaman padi mereka tetap tumbuh normal.

"Upaya pengairan lahan yang kita lakukan dengan menggunakan mesin diesel pompa air merupakan alternatif berikutnya, setelah aliran air dari saluran irigasi di wilayah tersebut juga sudah tidak menjangkau karena debit air yang sangat berkurang," jelasnya.

Serda Ruslin menyatakan, hal ini dilakukan sebagai bentuk dan wujud kepedulian terhadap warga yang berada di wilayah binaan dalam mengatasi kesulitan dalam mengairi lahannya dan berusaha memberikan motivasi untuk tidak menyerah dengan keadaan agar tanaman padi tumbuh dengan normal sehingga hasil panen yang diharapkan bisa diwujudkan sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan serta mewujudkan suksesnya program pemerintah dibidang ketahanan pangan nasional.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Roni selaku ketua kelompok tani Sari Rejeki 2, dengan sulitnya untuk menjangkau pengairan dari saluran irigasi disebabkan debit air yang semakin surut, pengairan lahan milik anggota kelompok tani tetap harus dilakukan, alternatif yang paling utama adalah menggunakan mesin diesel pompa air dengan mengambil sumber airnya dari sumur yang berada dilahan persawahan.

“Terimakasih kepada Babinsa yang sudah mendampingi kami dalam melaksanakan kegiatan pertanian, motivasi dan supportnya tetap kami harapkan sebagai penyemangat kepada para petani untuk berusaha meningkatkan produksi panen agar kesejahteraan dapat lebih baik lagi," harapnya. (TIM

Tidak ada komentar:

Berkomentarlah sesuai tema tulisan dengan tetap beretika dan satun. Jika komentar anda melanggar UU ITE, adalah diluar tanggung jawab kami.

Diberdayakan oleh Blogger.