Bati Tuud Koramil 0821/09 Candipuro Berikan Sosialisasi Pada Wisatawan Hutan Bambu.

Peltu Abdul Mukid saat menyampaikan materi sosialisasi nya.
Sumber : Pendim 0821 Lumajang

Lumajang (suarasatunews) 
Ramainya jumlah pengunjung lokasi wisata Hutan Bambu Desa Sumber Mujur Kecamatan Candipuro Lumajang, membuat pengelola memberikan aturan kepada para wisatawan yang sedang berlibur ditempat tersebut.

Dengan melibatkan personel TNJ Koramil 0821/09 Candipuro pihak pengelola wisata hutan bambu memberikan sosialisasi terhadap tata tertib kepada para pengunjung yang harus dipatuhi, Senin (18/6/2018).

Mewakili Danramil, Bati Tuud koramil 0821/09 Candipuro Peltu Abdul Mukid memberikan sosialisasi berupa himbauan dan larangan dipintu masuk wisata hutan bambu melalui pengeras suara kepada sejumlah pengunjung diarea tersebut.

Peltu Abdul Mukid mengatakan, bahwa sosialisasi berupa himbauan dan larangan tersebut bertujuan untuk memberikan keselamatan, kenyamanan dan keamanan serta tidak mengganggu ketertiban sarana umum agar dalam menikmati acara liburan, wisatawan mendapatkan kesenangan dan kebahagiaan tersendiri.

"Dalam berlibur ditempat wisata hutan bambu, tidak dimanfaatkan untuk menerbangkan balon udara, apalagi yang berukuran besar karena dapat berdampak menganggu jalur penerbangan pesawat udara sehingga akan menimbulkan kerawanan dan keselamatan lalulintas udara seperti yang terjadi dibeberapa wilayah Indonesia," jelasnya. 

Masih kata dia, para pengunjung yang berada dikolam renang juga dihimbau untuk tidak masuk pada bagaian kolam yang dalam jika tidak bisa berenang.

Para orang tua juga diminta untuk mengawasi anak-anaknya agar tidak terjadi hal-hal membahayakan yang dapat mengakibatkan korban jiwa.

Himbauan serupa juga disampaikan oleh Sofi'i, Kepala Desa setempat, ia berkata bahwa kawasan wisata hutan bambu merupakan kawasan wisata yang sangat berpotensi, daya tarik pemandangan dan udara segar yang dimiliki akan membuat pengunjung semakin nyaman untuk menikmatinya. 

"Rawat dan lestarikan tempat ini, jangan merusak sarana atau fasilitas yang ada didalamnya dan jangan mengaggu satwa yang ada, terutama monyet yang selalu berada didekat pengunjung karena merupakan ciri khas yang akan menjadi daya tarik tersendiri dikawasan ini, sehingga satwa tersebut merasa nyaman didekat para pengunjung yang juga harus dilestarikan agar tidak punah," terang Sofi'i. 

"Patuhi segala tata tertib yang ada didalam guna meminimalkan adanya kecelakaan dan diharapkan juga turut berperan aktif dalam pelestarian alam yang ada di kawasan hutan bambu sehingga selalu tetap terjaga agar bisa berkembang lebih maju untuk dinikmati oleh generasi yang akan datang," tukas Kades. (TIM

Tidak ada komentar:

Berkomentarlah sesuai tema tulisan dengan tetap beretika dan satun. Jika komentar anda melanggar UU ITE, adalah diluar tanggung jawab kami.

Diberdayakan oleh Blogger.