TNI-Polri Berikut Tokoh Agama di Lumajang, Kecam Pelaku Peledakan Bom di Surabaya.

TNI-Polri bersama para tokoh agama berikut perwakilan elemen masyarakat Lumajang saat foto bersama pasca pernyataan sikap
Sumber dok. Pendim 0821 Lumajang


Lumajang (suarasatunews) 
Aksi peledakan bom oleh sekelompok teroris di Surabaya Jawa Timur, Minggu pagi (13/5/2018), menuai kecaman dari berbagai pihak. 

Meliris dari sejumlah pemberitaan yang beredar, di Lumajang, TNI - Polri dan tokoh agama berikut sejumlah elemen masyarakat setempat menyatakan sikap mengutuk keras, terhadap segala bentuk aksi radikalisme dan terorisme yang mengatas namakam agama dan aliran agama apapun di Indonesia yang dilakukan oleh sekelompok teroris.

Dandim 0821 Lumajang, Letkol Czi Agus Iskarman yang turut hadir saat itu di Gereja GKJW Sukodono mengatakan, aksi yang mereka lakukan sungguh tidak beradab dan tidak berperikemanusiaan. Mereka membuat masyarakat menjadi takut dan menimbulkan keresahan dengan adanya teror yang terus dilakukan.

"Agama mana pun tidak pernah mengajarkan kekerasan, semua agama mengajarkan kedamaian dan cinta kasih kepada sesama," kata Dandim didepan para tokoh agama yang hadir saat itu. 

"Kami menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas jatuhnya korban aksi teror di seluruh gereja di Surabaya yang menjadi target aksi mereka," imbuh Dandim.

Disisi lain, perwira TNI berpangkat dua melati itu menyampaikan, pihaknya akan terus bersinergi dengan seluruh aparat terkait yang ada di wilayah Kabupaten Lumajang guna mewujudkan kondisi wilayah yang kondusif dan terkendali, dari segala rencana serta aksi sekelompok golongan tertentu yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing.

"Kami mengajak seluruh komponen masyarakat Kabupaten Lumajang untuk tidak takut terhadap ancaman teror yang dilakukan oleh sekelompok golongan tertentu yang berusaha mengacaukan suasana damai diantara kita. Akan tetapi senantiasa tetap waspada terhadap segala kemungkinan situasi yang ada," tukasnya. 

Berperan aktif dengan melaporkan hal menonjol yang terjadi kepada aparat keamanan, menjadi pesan Dandim yang perlu digaris bawahi.  Hal itu menurut Dandim bertujuan agar aksi yang mereka rencanakan dapat kita netralisir dan diantisipasi dengan tepat serta cepat.(TIM) 

Tidak ada komentar:

Berkomentarlah sesuai tema tulisan dengan tetap beretika dan satun. Jika komentar anda melanggar UU ITE, adalah diluar tanggung jawab kami.

Diberdayakan oleh Blogger.