Ratusan Pelajar SD di Klakah Lumajang Ikuti Pondok Ramadhan dan Sosialisasi Milo Narkobaya

Suasana siang hari saat kegitan berlangsung

Lumajang (suarasatunews) 
Sedikitnya 714 (tujuh ratus empat belas) pelajar tingkat Sekolah Dasar dari 31 (tiga puluh satu) lembaga pendidikan di Kecamatan Klakah, mengikuti kegiatan pondok ramandhan di SDN Klakah 01 Kecamatan setempat, terhitung selama tiga hari sejak Rabu (30/5/2018) hingga Jum'at (1/6/2018). 

Turut andil dalam kegiatan ini diantaranya PAC GRANAT Klakah, Polsek, serta guru agama dan guru olah raga, berikut pengawas tingkat SD di Kecamatan setempat .

Ketua panitia A. Lukman SR mengatakan, kegiatan ini mengambil tipe B, dimana selama kegiatan pelajar yang ikut serta, menginap selama 3 hari 2 malam. Dengan rincian kegiatan diantaranya sosialisasi anti narkoba, materi fiqih, keimanan, alqur'an, sejarah peradapan islam dan bakti sosial. 

"Kita didik dengan materi karakter religius namun tapi tidak meninggalkan karakter yang lain. Semisal nasionalisme, gotong royong, integritas dan mandiri," kata dia, Kamis malam (31/5/2018). 

"Kegiatan ini mengambil tema dengan pondok ramadhan, kita tingkatkan keimanan terhadap Allaah YME," imbuhnya. 

Ia juga berkata, materi disampaikan dalam bentuk aktif kreatif dan menyenangkan, sehingga anak didik yang ikut dalam kegiatan itu tidak jenuh.

Disinggung soal pendanaan, pria berkaca mata itu menjelaskan jika biaya untuk menunjang kegiatan itu berasal dari kas KKGPAI, berkisar dengan nominam 3 juta. 
Disisi lain, Ketua PAC GRANAT Klakah Yuli Susanti yang saat itu juga mengisi acara dalam konteks pencegahan terjerumusnya anak didik terhadap dunia obat - obatan terlarang, pihaknya mendapati pengakuan mengejutkan disaat ia bertanya adakah yang melihat ada sekelompok pemuda berkumpul dan mengkonsumsi minuman oplosan. 

"Ada yang memberikan diri mengacungkan tangan dan menjawab pernah melihat, di ranu pakis pinggiran danau. Ia mangaku melihat saat anak tersebut hendak mendatangi ayahnya di tambak yang ada di ranu itu di malam hari," ucap Yuli. 

Menyikapi akan hal itu, pihaknya berkomitment akan terus bersama dengan pihak terkait untuk memangkas pola pikir pemuda yang menurutnya saat ini cenderung mencoba mengkonsumsi milo narkobaya. 

"Kami sikapi dengan bersama - sama, sebelumnya kami juga telah menggalakkan sosialisasi dengan melibatkan polsek setempat untuk menyelamatkan pemuda terlebih pelajar dari bahaya milo narkobaya / minuman oplosan," imbuh Yuli. 

Disetiap sesi sosialisasi, terlebih dalam kegiatan ini, selalu di akhiri dengan tanya jawab langsung soal milo narkobaya dengan harapan pelajar lebih mengenal dan tau akan dampak buruk dari minuman oplosan itu.(TIM

Tidak ada komentar:

Berkomentarlah sesuai tema tulisan dengan tetap beretika dan satun. Jika komentar anda melanggar UU ITE, adalah diluar tanggung jawab kami.

Diberdayakan oleh Blogger.