Mengenang Sejarah Untuk Berfikir Masa Depan

Mas Her, rep SJP


LUMAJANG
sabtu (7/4/2018)


Sesuatu apapun itu, memang serasa akan kekal. Akan tetapi tidak. 

Suatu zaman akan cenderung menjadi sebuah kenangan, baik itu berupa kenangan manis ataupun kenangan pahit. 
Jika disaat tidur kita pernah bermimpi seperti apa yang kita angankan, coba bayangkan ketika kita terbangun dari tidur. Semuanya seolah sudah terlewati.  
Begitulah hidup, indah pada saatnya dan tak tentu sesudahnya.
Begitu pula sebaliknya, pahit pada saatnya tak tentu juga sesudahnya. 

Jika kita simak dan kembali mengingat masa kanak - kanak kita, saat kita berada dalam dekapan ibu / bapak. Tentunya saat itu kita merasakan kasih yang teramat sangat mendalam. 
Senang, bermanja, bermain, menari, semuanya riang. 
Akan tetapi dimana itu sekarang, masa itu kini sudah menjadi kenangan dan tidak mungkin kita kembali masa itu lagi. 

Juga apa yang kita alami sekarang, masa sudah menjadi zaman dimana anak - anak kita merasakan seperti apa yang kita rasakan dulu, dan kita tengah menjadi sosok yang menjadi ibu / bapak kita yang dulu. 

Kemana ibu / bapak kita yang dulu, itu sudah menjadi kita yang saat ini berdiri, bahkan tertelungkup memperjuangkan anak - anak kita. 
Terus maju dan tak akan pernah bisa mundur. Dan itulah masa, waktu serta zaman. Tiga kata yang menjadi titik tumpu dan tak bisa ditawar. 

Akankah kita menorehkan suatu masa atau cerita yang pahit ?
Dimana masa - masa itu akan sama dilalui oleh anak - anak kita. 
Tentunya tidak, karena sejarah perjalanan kita akan pasti menjadi panutan yang menjadi dasar haluan anak - anak kita. 
Bukan sesaat, akan tetapi sepanjang hidupnya. 

Proses panjang akan menjadi sebuah sejarah, atau cerita disaat kita tiba pada masa akhir nanti. 


Penulis : HRM / SJP
Sabtu (7/4).

Tidak ada komentar:

Berkomentarlah sesuai tema tulisan dengan tetap beretika dan satun. Jika komentar anda melanggar UU ITE, adalah diluar tanggung jawab kami.

Diberdayakan oleh Blogger.